Meranggas

Besar, kokoh, tanpa daun
Meranggas, kering, mengharap air
Hanya tampaknya saja tidak ada
Tetapi nyatanya ada

Setelah musim berat berganti
Dengan daun-daun baru
Kembali menaungi bumi
Menghijaukan dunia

Kebun Raya Bedugul, Bali, 2008.

Komentar (3)

Nasib dan Asumsi

Ada suatu cerita dari seorang sufi yang bernama Nasrudin Hoja. Berikut kisahnya.

Ia ditanya mengenai artinya nasib. Lalu Nasrudin menjawab, “Asumsi-asumsi.” Lalu sang penanya bertanya kembali, “Maksudnya?” Nasrudin melanjutkan jawabannya, “Engkau menganggap bahwa segalanya akan berjalan baik, tetapi kenyataannya tidak begitu. Itu disebut nasib buruk. Atau, engkau punya asumsi bahwa hal-hal tertentu akan menjadi buruk, tetapi nyatanya tidak terjadi. Itu nasib baik namanya. Engkau punya asumsi bahwa sesuatu akan terjadi atau tidak terjadi, kemudian engkau kehilangan intuisi atas apa yang akan terjadi, dan akhirnya berasumsi bahwa masa depan tidak dapat ditebak. Ketika engkau terperangkap di dalamnya, maka engkau namakan itu nasib.”

Semoga dapat diresapi maknanya.

Tinggalkan sebuah Komentar